Apa itu “Third Wave Coffee”?

Third Wave Coffee. Kopi gelombang ketiga. Istilah yang mulai familiar di Indonesia belakangan ini. Sebelum “third“, pasti ada “first” dan “secondwave. Secara singkat, gelombang pergerakan kopi ini tergambar dalam video dan infografis di bawah.

First wave, dimulai sekitar 1960-an. Kopi dikonsumsi secara massal. Sebagai barang komoditi, kuantitas kopi saat itu lebih penting daripada kualitasnya. Masa itulah lahir dan populer yang disebut kopi instan. Karena rendahnya kualitas, maka penyajian kopi saat itu umumnya ditemani oleh gula dan krimer.

Second wave, dimulai akhir 60-an. Ditandai dengan lahir Peet’s dan Starbucks, yang menawarkan kopi dengan kualitas lebih baik, serta penyajian kopi espresso. Bisnis coffee shop sejak saat itu menjadi bisnis yang menarik dan menjanjikan.

Third wave, dipopulerkan awal 2000-an. Kopi naik peringkat menjadi benda artisan, seperti wine. Kualitas kopi benar-benar dihargai. Muncullah penemuan-penemuan baru dalam teknik pengolahan kopi pasca panen, teknik roasting dan penyajian akhir brewing yang bisa menonjolkan secara optimal kualitas rasa dan aroma kopi.

Selain penyajian espresso, gelombang ketiga ini ditandai dengan lahir beberapa metode brewing manual, seperti pour over, aeropress, syphon, atau Chemex.

Sebagai negara penghasil kopi terbesar ke-4, Indonesia akan sangat diuntungkan dengan third wave coffee ini. Ya, kopi nusantara kita sangat beragam. Dari Aceh sampai Papua ditemukan puluhan daerah penghasil kopi. Dan masing-masing daerah menghasilkan kopi single-origin yang berbeda karakter rasa dan aromanya. Satu hal yang tidak dimiliki oleh negara-negara penghasil kopi lainnya. Tentunya ini akan menjadi peluang yang besar untuk menarik minat para pencinta kopi lokal dan dunia, demi mengeksplor potensi kekayaan yang terkandung dalam kopi nusantara.

Video penjelasan third wave coffee:

 

Third Wave Coffee *diambil dari http://en.ilovecoffee.jp/posts/view/189

Third Wave Coffee
*diambil dari http://en.ilovecoffee.jp/posts/view/189

.

Baca juga tulisan berikutnya, Coffee: from Heart to Heart

.

Depok, 9 Maret 2016

Muadzin Jihad

Owner Ranah Kopi

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s