Under Promise

Waroeng of The Raminten. Begitu nama yang terpampang di billboard besar pinggir jalan dekat gerbang masuk restoran tersebut.

Dalam rangkaian perjalanan Jogja-Solo tempo hari, atas beberapa referensi yang diusulkan teman dan famili, akhirnya kami mampir ke restoran ini. Ada beberapa cabang di Jogja, kami mampir yang di Jl. Kaliurang.

Saya tidak akan membahas kualitas masakan di restoran ini, karena saya memang tidak punya kapasitas untuk itu. Menurut saya sih masakannya enak dan harganya terjangkau.

Yang ingin saya cerita, ada hal unik dan menarik di restoran yang benuansa vintage Jawa antik ini. “Kami ini semua lulusan SLB, kalo agak lama harap maklum, karena kami kenthir”. Demikian teks salah satu sign yang terpasang di beberapa spot di restoran ini. Ada beberapa sign bernada serupa, seperti “Anda sabar, Kami Segan”, “Achtung: Sabar Area”, dan sejenisnya.

xPhoto 11-04-13 13 49 55

Isteri saya penasaran tanya arti dari “SLB” itu. Jawaban dari pelayan yang ditanya adalah “Sekolah Lama Banget” hehe… ada-ada saja.

Memang, menurut driver yang kami hire, juga teman-teman yang pernah ke sana, waktu yang dibutuhkan untuk pesanan makanan kita siap akan lumayan lama.

Tapi kenyataannya, kemarin tidak seperti itu. Setelah kami memesan, tidak sampai 5 menit minuman pesanan kami sudah keluar. Dan order makanan kami, sekitar 10 menit kemudian sudah keluar semua.

Lalu iseng kami tanya ke pelayan yang mengantar pesanan kami, “Kok ngga lama mas?”. “Iya kebetulan lagi ngga terlalu ramai. Kalau weekend gitu, di sini ramai sekali dan pesanan bisa lama”, sahut si pelayan.

Cerdas dan jitu strategi yang diterapkan. Sejak awal, customer sudah dikondisikan bahwa order akan memakan waktu lama. Jadi kalau memang ternyata keluar ordernya lama, ya kita sudah siap dan maklum. Tapi kalau ternyata keluar ordernya cepat, pelanggan merasa restoran ini sudah menyuguhkan under-promise, dan over-deliver.

.

Depok, 14 April 2013

.

Muadzin F Jihad

Founder Semerbak Coffee

Updated Juli 2013:

Founder & Owner Ranah Kopi

Twitter @muadzin

.

16 responses to “Under Promise

  1. Hmm… Inspiratif. Sama klo pas buat proposal penawaran usaha. Jgn ada mark-up keuntungan ataupun besaran investasi. NTMS🙂

  2. Setuju pak, berdasar pengalaman klo over promise pas permintaan membludak seringnya tak bisa menepati, yg ada malah komplain dan blacklist.

  3. Bener pak, saya pernah ke raminten, ramee banget, mungkin itu ya yg membuat resto ini selalu ramai pengunjung..selain hiasan2 tradisionalnya yg khas&pramusajinya yg berdandan unik klinthing2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s