Belajar dari The Goods Dept. dan Ismaya Group

Sudah lama saya ngefans dengan dua brand lokal ini, The Goods Dept. dan Ismaya Group. Kebetulan kemarin dapat info ada sebuah event di JCC dimana kedua founder brand ini berbagi kiat suksesnya.

The Good Dept. baru berusia 3 tahun, tapi banyak yang berpendapat mereka sudah berhasil mengusung konsep penggabungan bisnis kuliner dan ritel. Saat ini sudah membuka empat outlet di beberapa mal kelas atas.

Dari total empat outlet tersebut, 60%-nya adalah bisnis ritel. Dan 80% dari produk ritel tersebut adalah brand dan produk lokal. Saat ini sudah ada sekitar 125 vendor brand lokal. Dan masih ada 150 vendor dalam waiting list mereka.

Anton Wirjono, sang founder mengatakan, The Good Dept. memang punya misi membantu pengusaha lokal UKM untuk meningkatkan value produk mereka. Perusahaannya jadi semacam inkubator. Banyak brand yang awalnya dijual di tempat mereka, sekarang sudah bisa mandiri dan punya profil yang bagus di luar. Tapi dia memang mengakui, seleksi ketat mereka berlakukan demi menjaga kualitas produk dan bisnis ritel mereka.

Selanjutnya, Christian Rijanto, founder Ismaya Group, menyatakan bahwa saat ini bisnis kuliner tidak lagi hanya berupa bisnis makan-minum. Atau hanya sekedar komoditi. Tapi sudah menjadi suatu life style. Di mana masyarakat kita suka sekali bersosialisasi dan menikmati experience saat makan dan minum tersebut.

Jadi, life style itulah yang disasar oleh grup bisnis kuliner yang berusia 10 tahun ini. Saat ini mereka sudah memiliki 40 cabang dengan beberapa brand restoran mereka. Karena itu, mereka fokus sekali kepada good quality dan good value yang mereka tawarkan.

Anton WIrjono dan Christian Rijanto on stage

Anton Wirjono dan Christian Rijanto on stage

Dari dua orang founder ini, secara umum bisa dirumuskan bahwa syarat agar kita bisa berhasil dengan usaha kita adalah:

  •        kita harus mencintai dan passionate dengan apa yang kita lakukan.
  •        Kita punya tim yang juga mencintai dan passionate, serta punya visi yang sama dengan kita.
  •        Produk kita punya uniqueness; perbedaan yang menonjol, yang tidak dimiliki kompetitor kita.
  •        Kita harus fokus pada bidang yang kita kuasai. Kita harus akui bahwa kita tidak bisa ahli di segala bidang.

Yang saya salut adalah, mereka masih berusia sangat muda, tapi bisnisnya begitu unik, kreatif dan beberapa orang berpendapat, mereka bisa dibilang menjadi pionir di bidangnya masing-masing.

Benar apa yang disampaikan oleh Andi S. Budiman, chairman IdeoWorks, penyelenggara event ini, saat sesi pembukaan; bahwa untuk bisa punya bisnis yang mencuat, kita harus punya sesuatu yang berbeda. Untuk kita bisa punya sesuatu yang berbeda, kita harus punya tim yang terdiri dari anak-anak muda. Kenapa anak muda? Karena mereka cenderung punya ide baru yang segar dan kreatif. Dan kedua, mereka punya komunitas, plus mereka adalah pengguna aktif media sosial. Paduan komunitas anak muda ini dengan media sosial akan jadi senjata yang ampuh sekali untuk perkembangan brand kita.

.

Depok, 23 Maret 2014

.

Muadzin F Jihad
Founder Ranah Kopi

Twitter @muadzin

3 responses to “Belajar dari The Goods Dept. dan Ismaya Group

  1. aku tahu banget ismaya dulunya cuma di garasi mulai bisnis sekarang udah mulai segmented ke bussines entertainment kaya event dwp tp aku ngefans banget sama produknya udah sekelas kaya mnc group.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s