Berawal dari Sebuah Kantor Pos

Selepas kirim paket kopi, mata saya tertumbuk pada logo kedai di sebelah Kantor Pos Margonda tersebut. Sebuah kios kedai kopi milik seorang teman, yang dulu pernah hampir bekerjasama dengan usaha kopi saya yang pertama. Dan kebetulannya, nama teman tersebut sempat terlintas beberapa hari sebelumnya. Sekedar membatin, kemana dan apa kabarnya.

Saya langsung tanyakan kepada kasir yang menunggu kios tersebut. Ternyata kedai ini milik salah satu franchisee-nya. Beruntung saya bisa dapat nomor kontaknya.

Singkat cerita, teman ini berkunjung ke kedai Ranah Kopi, dan tak lama kemudian menjadi salah satu klien biji kopi kami. Kejadian tersebut sekitar 3 tahun lalu.

Beberapa bulan kemudian, tidak tahu kenapa, ia mengajak kerjasama untuk memproduksi bahan baku minuman berbasis powder. Mungkin karena latar belakang saya di usaha kopi dan bahan baku minuman sebelumnya.

Singkat cerita lagi, ditandatanganilah perjanjian kerjasama. Dengan modal seadanya. Berjalan seadanya. Produksi numpang di salah satu kamar, ya betul, hanya satu kamar, dari gudang usaha teman saya itu. Dengan mempekerjakan satu orang karyawan. Awalnya benar-benar hanya untuk memenuhi kebutuhan jaringan resto dan kafenya.

Perlahan, produk kami jual juga melalui market place. Tapi belum ada stok barang. Hanya produksi berdasar permintaan. Tidak ada yang istimewa.

Perlahan juga, kami mulai mendapatkan beberapa klien B2B untuk mensuplai bisnis minuman mereka. Hingga akhirnya kami memberanikan diri untuk mengontrak sebuah rumah, untuk tempat produksi, merangkap kantor dan gudang. Dan mulai mempekerjakan sekitar 10 orang karyawan. Tapi terus terang, saat itu saya pribadi masih memandang sebelah mata dengan bisnis ini.

Siapa sangka, 2019 kemarin, bisnis minuman kekinian booming. Dipelopori oleh brand HAUS, tren bisnis ini merebak cepat sekali. Sebagai produsen bahan bakunya, bisnis kami pun ikut terangkat. Sampai puncaknya, menjelang akhir kuartal ketiga, produksi kami benar-benar sudah kewalahan untuk memenuhi permintaan.

Saya ingat sekali, di suatu malam, saya berteleponan dengan Mas Hafizh, partner saya tersebut, dan kami memutuskan malam itu juga untuk mendirikan pabrik dengan mesin terotomatisasi.

Setelah menghadapi masalah di sana-sini, hingga tertunda hampir dua bulan, akhirnya Januari kemarin alhamdulillah pabrik kami mulai beroperasi. Saat ini dengan mempekerjakan hampir 40 orang karyawan.

Mohon doa restu, semoga usaha ini bisa mendukung kesuksesan para pengusaha kuliner dan minuman kekinian, sekaligus membuka banyak lapangan kerja buat masyarakat.

Berikut video company profile FOREST Bubble Drink, bisnis kami.
Jika berkenan, tolong bantu like, comment & subscribe.
Sangat berterimakasih jika berkenan di-share ke sosmed atau broadcast WA.

Terima kasih 🙏🙏🙏

Depok, 29 Februari 2020

Salam sukses,
Muadzin Jihad

IG @muadzin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s