Filosofi Nukman Luthfie: Bagilah Ilmu, Ilmumu Akan Bertambah

Sabtu lalu, saya berkesempatan hadir di acara #BBSM Depok, Buka Bareng Sobat Motty di resto Ayam Tulang Lunak (ATL) Hayam Wuruk, Margonda Depok. Buka puasa bersama yang diadakan oleh para follower akun Twitter @Motivatweet, sosok zuper burung imut, motivator yang selalu mentwit hal-hal postif dan pemberi semangat. Ngomong-ngomong soal si burung Motty ini, sampai saat ini tidak ada yang tahu, siapa sebenarnya si Motty ini. Siapa orang dibalik akun Twitter yang saat ini punya follower 50 puluh ribuan tersebut. Bahkan panitia penyelenggara acaranya pun tidak tahu. Unik ya. Unik dan menggemaskan.. hehe.

Tapi seperti yang tertulis dalam surat dari Motty yang dibacakan di akhir acara oleh panitia, tidak peduli siapa si burung Motty itu sebenarnya, yang lebih penting ada lah apa yang dikatakannya. Lebih tepatnya apa yang di-tweetnya. Yaa benar juga sih🙂

Kembali ke acara BBSM tadi, yang diundang sebagai narasumber untuk sharing ilmu dan pengalaman adalah pak Nukman Luthfie dan kami dari Semerbak Coffee, saya dan Iwan Agustian. Sebenarnya ini suatu kesenjangan yang parah, menyandingkan kami dengan pak Nukman. Beliau adalah seorang pengusaha sukses yang sudah lama malang-melintang, sedangkan kami baru mulai usaha Semerbak Coffee ini sekitar dua tahun.

Tapi beruntung kami bisa hadir di acara ini. Walaupun informal, ada beberapa hal penting yang saya peroleh dari pak Nukman.

Salah satunya adalah filosofi beliau, bahwa makin banyak kita share ilmu kepada orang lain, akan makin banyak ilmu yang kita dapatkan. Kenapa bisa begitu? Karena jika kita men-share ilmu yang kita punya, maka ilmu tersebut kini sudah jadi milik umum. Semua orang mengetahuinya. Karena itu kita perlu belajar lagi perkembangan ilmu tersebut atau informasi terbaru agar ilmu kita ter-update. Apalagi bidang yang digeluti pak Nukman adalah bisnis online, yang saat ini terus berkembang dengan pesat.

Untuk itu, poin selanjutnya adalah, kita harus terus belajar. Harus terus mengisi tangki ilmu kita. Sehingga pengetahuan kita terus ter-update. Tidak heran, pak Nukman hingga saat ini bisa dibilang termasuk pakar online dan social-media terbaik di negeri ini. Tidak heran beliau selalu menjadi narasumber seminar atau pelatihan di bidang tersebut di berbagai instansi, perusahaan, atau komunitas. Walaupun sekarang banyak bermunculan narasumber baru di bidang online, pak Nukman masih terdepan. Selalu jadi pilihan pertama.

Beliau cerita dari mana beliau belajar tentang filosofi ini. Saat SMP, beliau mulai mengkisahkan, pak Nukman termasuk murid yang paling pandai. Nilai ijasahnya rata-rata 10 untuk pelajaran eksakta.  Sebenarnya saya surprise juga, melihat penampilan pak Nukman yang cuek, yang kemana-mana selalu mengenakan T-shirt, topi, kadang jaket kulit. Di setiap kesempatan saya bertemu, beliau selalu berpenampilan seperti itu. Belum lagi kedekatan hubungannya dengan para tukang ojek, yang kerap beliau gunakan jasanya untuk sampai ke tempat suatu acara, seperti yang dilakukan beliau juga untuk sampai ke lokasi acara kemarin juga. Apalagi dengan gaya bicaranya yang sering becanda dan ceplas-ceplos, ga nyangka banget kalau waktu SMP-nya jadi murid terpandai.. hehe.

Kembali ke cerita SMP tadi, kenapa bisa sepandai itu? Karena unfortunately (atau fortunately ya) beliau berteman dengan anak-anak yang paling bodoh di kelas. Jadi setiap selesai kelas, teman-temannya tidak ada yang mengerti sama sekali tentang pelajaran yang baru saja diajarkan. Terpaksa beliau lah yang mengajarkan ulang pelajaran-pelajaran tersebut kepada teman-temannya. Ketika mengajarkan, tentunya pelajaran yang diajarkan itu akan otomatis ter-remind di kepalanya. Dan untuk menjawab pertanyaan teman-temannya, tentunya beliau dituntut harus belajar lebih lagi dibanding ilmu yang sudah dimiliki teman-temannya. Jadi semakin beliau mengajarkan suatu pelajaran, ilmu tentang pelajaran tersebut akan bertambah.

Hmm.. filosofi yang sederhana ya sebenarnya. Tapi dengan filosofi sederhana itu lah beliau menjadi pakar, bahkan bisa dibilang ikonnya bisnis online dan social-media Indonesia.

Mumpung suasana Ramadhan, filosofi beliau ini jika dikaitkan dengan pribadi Nabi Muhammad pas sekali. Ayat yang turun pertama kali adalah “Iqra”. Baca, pelajari, dalami. Lalu setelah itu, sampaikan kepada umat manusia. Itu kan tugas nabi, sebagai messenger. Pembawa pesan, penyampai informasi dan ilmu pengetahuan. “Sampaikan walau satu ayat”, begitu salah satu sabda beliau.

Sejatinya juga, itu lah tugas kita hadir di muka bumi ini. Untuk belajar, mencari informasi, lalu menyebarkan ilmu dan pengetahuan kita kepada orang lain. Untuk kebaikan dan kemaslahatan sesama.

 

Depok 23 Agustus 2011

Muadzin F Jihad

Owner Semerbak Coffee

Twitter @muadzin

4 responses to “Filosofi Nukman Luthfie: Bagilah Ilmu, Ilmumu Akan Bertambah

  1. Trima Kasih Pak, Langsung Praktek ya Pak Muadzin, sy sedang mempersiapkan launching produk makanan (yg jelas bukan coffe Pak), bersediakah Pak Muadzin menjadi tempat bertanya saya/mentor, banyak yg mau sy tanyakan nih,.. kebetulan sy tinggal di depok dekat cafe SC, gmn Pak?mudah2 an ilmu P Muadzin selallu bertambah dan bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s