Kopi yang Sempurna?

  • Apakah pengalaman kopi TERBAIK yang pernah Anda alami?

Kejadiannya baru terjadi beberapa bulan lalu di salah satu ajang pameran dagang di JIExpo Kemayoran. Di Hall C, stand AKSI (Asosiasi Kopi Spesial Indonesia) sedang berlangsung ajang jajal kopi. Beberapa sponsor roaster menyediakan kopi hasil sangrai mereka untuk dijajal oleh pengunjung. Penyajinya pun para barista yang piawai.

Saat itu saya cicipi banyak macam kopi dari berbagai single-origin Indonesia. Dan ada satu yang benar-benar stand out. Flores arabica, yang entah bagaimana cara menyangrainya, sehingga menghasilkan rasa kompleks yang selaras. Acidity dan bitterness yang pas, dan fruity yang kentara. Kata orang, ibarat campuran kopi dan wine.

Kebalikannya, kopi yang kurang nikmat menurut saya, kopi yang disangrai terlalu hangus. Sehingga yang tertinggal hanya rasa pahit. Sangat sayang, kekompleksan dan keunikan rasa kopinya jadi hilang.

 

  • Apakah pengalaman kopi paling UNIK yang pernah Anda alami?

Pengalaman paling unik dengan kopi, saat kami dikenalkan dengan seorang ahli di bidang kopi dari Belanda, Mr Sipke di sebuah kebun kopi di Pengalengan. Yang pada akhirnya, kebun tersebut menjadi salah satu mitra pensuplai biji kopi di kedai kami, Ranah Kopi.

Selain kami belajar banyak tentang kopi dan bisnis kopi, Mr Sipke juga melakukan tes cupping kepada produk-produk baru kopi Malabar Priangan kebun tersebut. Itu pertama kalinya saya merasakan yang namanya tes cupping. Kopi Malabar Pengalengan ini memiliki aroma yang soft, dengan perpaduan rasa yang pas antara pahit, asam, dan manis, medium body, dengan after taste tipis tapi bertahan agak lama.

Bayangkan, anda meminum kopi kualitas terbaik, ditingkahi semilir angin perbukitan yang sejuk, sambil memandangi hamparan kebun kopi yang sedang berbuah.

photo-1k

  • Jika Anda dapat menciptakan kopi yang SEMPURNA untuk ANDA, apa yang akan Anda lakukan?

Terus terang agak sulit mendeskripsikan kopi yang ‘sempurna’ ini. Tapi yang ada dalam bayangan saya adalah, kopi sempurna harus terjadi dari perjalan proses yang baik dan benar. Mulai dari penanaman bibit terpilih, perawatan hingga panen, pemetikan buah yang matang, proses pasca panen dan fermentasi yang baik, lalu proses penjemuran, pengemasan dan penyimpanan. Selanjutnya penanganan pengangkutan yang benar, hingga penyangraian yang pas, sampai akhirnya proses ekstraksi untuk penyajian, baik dengan mesin atau manual brew. Bisa dipastikan kopi dalam cangkir tersebut adalah kopi yang nikmat dahsyat.
Cuma untuk sampai ke maqam ‘sempurna’, perlu ada faktor spiritual tambahan, yang saya sebut ‘cinta’. Jika semua individu yang terlibat dalam proses tersebut, mulai pembibitan hingga penyeduhan ke dalam cangkir, melakukan aktivitasnya dengan cinta berdasar passion-nya pada kopi. Mungkin itulah kopi yang sempurna.

.

Dicuplik dari rangkaian wawancara riset tentang kopi di Indonesia via blog oleh sebuah lembaga riset, sekitar satu setengah tahun lalu.

Baca juga tulisan sebelumnya, Coffee: from Heart to Heart

Baca tulisan berikutnya, Larut dalam Kopi

.

Depok, 7 April 2016

Muadzin F Jihad

Founder Ranah Kopi

Instagram & Twitter @muadzin

 

2 responses to “Kopi yang Sempurna?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s