Belajar Menyasar Pasar

“Target market saya anak SMP dan mahasiswa, Pak” jelas seorang mentee di grup KMB (Kelompok Mentoring Bisnis) saya.

“Karena outlet yang satu ada di area SMP, satu lagi area kampus”.

“Kenapa memilih dua lokasi yang berbeda tersebut?” tanya saya.

“Yah karena kebetulan ada tempat kosong dan harga sewanya terjangkau, Pak”.

***

Itu salah satu dialog yang terjadi saat pertemuan KMB Komunitas TDA (Tangan Di Atas) Depok di Ranah Kopi tempo hari. Para teman mentee ini saya beri PR untuk menentukan target market produk mereka.

Kebetulan bulan lalu, di Komunitas Memberi saya dapat materi workshop bagus sekali bertajuk “Branding for UKM” dari pakar marketing, Yuswohady, yang juga penggagas komunitas ini.

Dalam workshop tersebut, selama sehari penuh kita dilatih merumuskan strategi branding usaha kita, dalam sebuah template.

Langkah pertama dimulai dengan kolom penentuan target market kita. Bagaimana demografinya; usia, pendidikan, pekerjaan, kelas ekonomi dan lain-lain. Sampai ke psikografis dan behavior-nya.

Setelah kolom pertama ini didefinisikan dengan detil, baru kita bisa berlanjut ke kolom-kolom berikutnya, tentang customer needs, value proposition, berupa functional benefit atau emotional benefit. Dan seterusnya sampai merumuskan positioning dan core message, hingga hasil akhir berupa tagline dan brand logo.

Ribet ya? Banget! Kata Mas Siwo, kalau UKM mau naik kelas ya perlu ribet sedikit, seperti merumuskan branding ini.

Nah, di KMB saya kemarin saya terapkan PR hanya sebatas kolom pertama. Penentuan target market. Tapi yang membuat saya surprise, dari hal itu saja, banyak perubahan terjadi dalam pola pikir para mentee.

Sebagian teman mentee KMB TDA Depok

Sebagian teman mentee KMB TDA Depok

Teman yang punya outlet di SMP dan kampus tersebut, menjual risol dengan berbagai varian dengan harga terjangkau. Dan karena hasil outlet di SMP jauh signifikan dibanding yang di kampus, dia jadi berpikir ulang untuk mempertajam sasaran produknya.

Ditambah lagi ada teman mentee yang cerita pengalamannya membuka outlet kue di area kampus. Selama dua bulan penjualan outlet tersebut tipis, lalu akhirnya ditutup. Ternyata menurut pengamatannya, karena waktu kuliah yang panjang dan uang saku terbatas, para mahasiswa lebih memilih makan besar yang mengenyangkan, ketimbang menyisihkan uang untuk membeli kue atau cemilan. Hmm, menarik ya?

Ada satu lagi teman mentee yang mau saya ceritakan. Dia punya usaha ayam bakar. Karena dapat PR target market tersebut, dia dengan sengaja melakukan riset kecil-kecilan ke resto ayam bakar role-model-nya. Dari riset tersebut, didapat bahwa beberapa outlet brand tersebut fokus di daerah perkantoran, lebih mengandalkan paket katering ketimbang dine-in.

Selama ini, teman yang cukup aktif di kepengurusan TDA Depok ini tidak terlalu serius dengan paket katering. Setelah dapat insight tersebut, dia langsung menggeser target marketnya, yang tadinya mahasiswa menjadi karyawan. Dan memfokuskan paket katering.

Dia langsung test-case, cetak brosur dan menggalang kerjasama dengan para OB (office boy), dengan komisi Rp 1000 untuk tiap pesanan.

Kok OB? Ya, karena mau tidak mau kita harus akui bahwa para OB lah yang menentukan pilihan menu para karyawan kantor yang malas makan siang keluar gedung.

Dan, hasil yang signifikan didapat dari seorang OB yang bisa mendapat 150 pesanan dari satu gedung dalam sehari! Hebat ya?

Saya pikir teman ini akan fokus ke perkantoran di Depok, yang menurut saya tidak menjanjikan. Ternyata dia malah sudah melancarkan serangan ke daerah segitiga emas Jakarta. Bahkan sedang dalam proses pembukaan dapur di daerah Jakarta Barat agar pengiriman bisa lebih cepat dan mengurangi biaya transportasi. Salut!

.

Depok, 12 Maret 2014

.

Muadzin F Jihad
Founder Ranah Kopi

Twitter @muadzin

2 responses to “Belajar Menyasar Pasar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s