Mengubah Sesuatu yang Sulit Diubah

Salah satu yang dibahas Kelompok Mentoring Bisnis komunitas TDA (Tangan Di Atas) kami tempo hari dengan pak Roni Yuzirman adalah buku Switch, karangan Chip dan Dan Heath.

Saya belum punya dan belum baca bukunya. Cuma kata pak Roni, intinya buku ini mengajak kita untuk berubah, cuma dengan ‘halus’ dan tanpa merasakan kita sedang berubah.

How to change things, when change is hard.

Jadi berubah bukan dengan cara dimotivasi, yang kita harus melakukan perubahan-perubahan kebiasaan secara konsisten dan persisten, dan harus punya keinginanan yang kuat. Cara ini adalah dengan pendekatan situasional atau pengkondisian.

When the situation changes, the behavior changes.

Kalau kita susah untuk diet, kondisikan porsinya dan ukuran piringnya dikecilkan, simpanan cemilan dikurangi, kulkas dikosongkan. Perbanyak stok buah-buahan.

Kalau kita malas olahraga, kondisikan parkir jauh dari gedung sehingga kita terpaksa jalan kaki lebih jauh. Kalau saya, membatalkan beli sepeda motor, supaya sehari-hari tetap gowes sepeda.

Kata orang, kalau anda susah move-on dari mantan, segera cari pasangan baru. Otomatis anda terpaksa move-on.. hehe.

Gangguan terbesar pada saat saya bekerja atau menulis saat ini adalah gangguan untuk online. Kalau saya ingin konsentrasi full, saya matikan wifi, saya jauhkan BB. Jadi otomatis gangguan tersebut lenyap.

Awal-awal Semerbak Coffee berjalan, absen karyawan dilakukan dengan menulis buku absensi. Ada saja tuh, karyawan yang telat, tapi absennya mulus. Bisa dititip ke temannya toh? Lalu kami ganti absensi dengan scan sidik jari. Sudah pasti dengan sistem ini tidak bisa titip absen.

Daripada kita berbusa-busa memotivasi dan mengancam karyawan agar tidak mencuri atau melakukan hal-hal lain yang merugikan perusahaan, lebih mudah dan efektif dengan memasang CCTV dan alat pengaman lainnya.

Saya jadi ingat, di rumah saya sudah dua bulan ini menerapkan sistem reward yang efektif untuk mengajak anak-anak kami menjadi kooperatif terhadap hal-hal yang kami mau mereka melakukannya. Ternyata itu termasuk konsep pengkondisian yang diajarkan buku tersebut. Saya lanjut tulisannya ke sini (Mengkondisikan agar Anak Kooperatif) ya.

.

Depok, 25 Juni 2012

Muadzin F Jihad

www.semerbakcoffee.com

Twitter @muadzin

4 responses to “Mengubah Sesuatu yang Sulit Diubah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s