Ibu, Solusi Sandiaga Uno dan Dedi Mulyadi

“Siapa orang yang pertama ditemui jika menghadapi masalah besar dalam bisnis dan juga dalam kehidupan?” begitu pertanyaan Wempy Dyokta Koto kepada Sandiaga Uno.

Dialog ini terjadi di hari terakhir panggung Pesta Wirausaha yang diadakan Komunitas Tangan Di Atas kemarin.

Anda pasti ingin tahu jawaban Pak Sandi atas pertanyaan tersebut. Sama seperti saya saat menyaksikan talkshow tersebut. Dan di luar dugaan saya sama sekali, Pak Sandi menjawab, “orang yang pertama saya temui adalah ibu saya.”

What?! Orang yang termasuk dalam daftar orang terkaya Indonesia, sangat sukses, masih muda, dan enerjik ini, orang pertama yang ditemuinya jika ada masalah bisnis adalah ibunya!

“Ibu saya, Mien Uno, usianya sudah 74 tahun, tapi masih aktif dengan kegiatannya, diantaranya mengajar di sekolah kepribadian. Setiap dia akan mengajar, dia selalu mempelajari materi yang akan diajarkan. Padahal dia sudah puluhan tahun mengajarkan hal itu. Beliau selalu bilang, kita selalu punya kesempatan untuk jadi lebih baik dari yang sekarang. Apalagi jika kita menemui masalah besar,” jelas Pak Sandi.

Dan Pak Sandi mengulangi lagi, salah satu quote yang dia tampilkan di layar, pelaut tangguh tidak lahir dari laut yang tenang. Jangan pernah menyerah. Justru laut berombak dan berbadai untuk menguji kemampuan seorang pelaut.

Sandiaga Uno dan Dedi Mulyadi, Pesta Wirausaha 2015

Sandiaga Uno dan Dedi Mulyadi, Pesta Wirausaha 2015

Selain Pak Sandi dan Uda Wempy yang bertindak sebagai moderator, di atas panggung juga hadir Pak Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta yang masih sangat muda untuk jabatan beliau. Pak Sandi bertemu dengan Kang Dedi ini, pada saat urusan ganti rugi proyek jalan tol Cikampek-Palimanan yang dikerjakan Saratoga, perusahaan yang dipimpinnya.

Pembawaannya bersahaja, santai dan jenaka. Kata-kata yang disampaikan singkat-singkat, tapi selalu sarat makna. Kelihatan sekali tingkat spiritualitas Kang Dedi ini cukup tinggi.

Menurut Pak Sandi, hanya di Kabupaten Purwakarta yang pembebasan tanah untuk tol tersebut tidak bermasalah. Salah satunya dikarenakan kepiawaian Kang Dedi berkomunikasi dengan masyarakatnya.

Sama seperti Pak Sandi, Kang Dedi juga diberi pertanyaan serupa oleh Uda Wempy. Coba tebak apa jawabannya?

“Saya akan memvisualisasi imajiner ibu saya, karena beliau sudah wafat. Dan saya mengirim Al Fatihah buat beliau. Setelah itu, biasanya saya akan ditunjukkan kepada solusi dari masalah yang sedang saya hadapi.” Ditambah pernyataan terakhir Kang Dedi: “yakinlah, semua solusi pasti ada jalan keluarnya”.

Dari baris atas Sasono Langen Budoyo tempat talkshow berlangsung, saya benar-benar tertohok. Dua orang hebat dipanggung Pesta Wirausaha ini, yang satu pengusaha sukses, yang satu pejabat hebat dan rendah hati; dua-duanya punya jawaban yang sama terhadap pertanyaan siapa orang pertama yang akan mereka temui jika sedang menghadapi masalah besar. Yaitu, ibu.

Dan aneh bin ajaib, pada saat ini sedang tayang di bioskop, film karya skenario ke-8 istri saya, Oka Aurora, Ada Surga Di Rumahmu. Film yang berdasar kisah nyata kehidupan Ustad Al Habsyi. Yang mengisahkan bahwa orang tua adalah pintu kebahagiaan kita. Terutama Ibu.

Sudah pasti ini Tuhan sedang mengirimkan SIGN keras buat saya. Alhamdulillah. Terimakasih Tuhan masih diingatkan.

.

Depok, 6 April 2015

Muadzin F Jihad

Owner Ranah Kopi

 

3 responses to “Ibu, Solusi Sandiaga Uno dan Dedi Mulyadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s