Umar Husein: Jahit Baju Bayar Nyicil (Bagian-1)

Umar Husein, pria kelahiran Kota Waringin Timur, Kalteng, 34 tahun yang lalu ini mengawali usahanya di bidang jahitan dan konveksi pada 2007. Karena kemiskinan yang menghimpit di kampungnya, dia terpaksa mengadu nasib merantau ke Surabaya. Selama 2 tahun, dia bekerja pada sebuah perusahaan mebel sambil belajar menjahit. Setelah terkumpul modal sekitar 3 juta rupiah, dibelikanlah mesin jahit seharga Rp 500.000 dan mesin obras Rp 800.000. Dengan modal itu, dia kembali ke kampung halamannya.

Perlahan tapi pasti, usaha jahitnya berkembang. Sejak hanya berpenghasilan Rp 100.000 per bulan hingga sekarang bisa mencapai 1.5 juta rupiah per bulan. Penghasilan ini termasuk besar di desa tempat tinggalnya, Desa Parabok, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kota Waringin Timur, Kalimantan Tengah. Menurut pengakuan Umar, selama ini usahanya murni dari kerja keras dan modal pribadi, serta dari keuntungan usaha yang diputar kembali.

 

Umar Husein (diambil dari http://www.danamonawards.org)

Umar Husein (diambil dari http://www.danamonawards.org)

 

Selain menjahit pesanan pakaian pribadi, ia juga menjahitkan seragam sekolah untuk warga setempat. Karena hasil dan layanan yang memuaskan, saat ini sudah ada sekolah yang bekerjasama dengannya dalam pengadaan seragam siswa.

Untuk penentuan tarif jahitnya, Umar tidak neko-neko, namun bisa dibilang unik. Tarifnya dia sesuaikan dengan kondisi ekonomi si pelanggan. Ada yang diberi tarif murah sekali, ada yang membayar dengan cara mencicil, ada yang membayar setelah panen, bahkan jika kondisi ekonomi si pelanggan benar-benar kesusahan, bisa tidak membayar sama sekali.

Kehidupan rata-rata di desa Parabok ini memang bisa dibilang masih di bawah garis kemiskinan. Rata-rata penduduk desa ini menjadi petani padi upahan dan pekerja upahan pengupas kelapa. Untuk satu buah kelapa, mereka diupah antara Rp 30 sampai Rp 100, tergantung tingkat kesulitan kupasan kelapanya.

Ketika ditanya apakah usahanya tidak merugi dengan menerapkan sistem seperti itu, jawaban beliau, dia sudah cukup merasa bahagia jika anak si pelanggan bisa bersekolah dengan seragam yang dia jahit.

 

Dukung Umar Husein sebagai Peraih Favorit Danamon Social Entrepreneur Awards 2013 di www.danamonawards.org sampai dengan 17 Oktober 2013.

 

Bersambung ke Bagian-2.

6 responses to “Umar Husein: Jahit Baju Bayar Nyicil (Bagian-1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s