Lunch with Bob Sadino (2)

Sambungan dari Bagian-1.

“Om kenapa ga buka cabang Kemchicks yang lain Om?”

“Sebenarnya banyak yang antri menawarkan untuk membuka cabang, tapi saya tidak mau”.

“Kenapa om? kan profitnya akan semakin besar?”

“Nah, saya itu bisnis bukan untuk nyari untung, tapi nyari rugi”

“Loh?”

“Sekarang saya tanya, kalau orang usaha pasti pengen cari untung kan?”

“Pasti Om”

“Untung terus ga mereka?”

Saya menggeleng.

“Kalau saya bilang cari rugi, rugi terus ga saya?”

Geleng lagi.

“Berarti permainan kata-kata aja ya Om?”

Giliran om Bob yang menggeleng.

Dia ambil kertas. Dia tulis MIND SET-POLA PIKIR.

“Kalau kita ‘cari untung’, begitu kita rugi, mental kita down, kecewa, marah. Merasa Tuhan ga mendukung. Kalau kita mendapat untung, kita berpikir memang sudah seharusnya kita untung. Kita jadi tidak bersyukur”.

“Tapi kalau mindset kita ‘cari rugi’, kalau mengalami rugi, kita sudah siap; karena memang itu yang kita cari. Kita bersyukur sama Tuhan karena permintaan kita dikabulkan. Kalau untung, sekecil apa pun, kita akan lebih bersyukur. Kenapa? Karena itu sudah melebihi ekspektasi kita. Orang minta rugi, dikasih untung. Apalagi kalau untungnya banyak, rasa syukur kepada Tuhan jadi makin besar.”

Wow! Jegerrr… #duarr dan #jleb banget di hati saya, kata-kata beliau ini.

Lunch with Bob Sadino at Kemchicks

“Banyak orang berpikir, yang namanya profit itu adalah uang. Buat saya, rugi itu juga profit…”

“Hah!?”

“Ya, karena dari situ saya dapat pembelajaran yang banyak.”

“Ingat ini”, katanya sambil menunjuk gambar result positif-negatif tadi.

“Muadzin, saya itu mulainya dari nol besar”. Dia gambar bulatan di atas kertas. “Nol. Tidak punya apa-apa”.

“Jadi jika saya dapat untung sangat kecil, satu titik di atas nol, saya akan bersyukur. Apalagi jika untung besar”, sambil dia menggambar titik-titik di atas lingkaran tadi.

“Dan misalkan seluruh toko dan apartemen ini terbakar, seluruh yang saya punya musnah, saya tidak akan bersedih, karena toh awalnya saya memang berasal dari nol ini”.

Hening beberapa saat. Saya seperti berbicara dengan seorang sufi, batin saya.

Obrolan berlanjut dengan pertanyaan-pertanyaan om Bob tentang bisnis saya. Setelah beberapa saat chit-chat, dia terdiam. Lalu memandang lurus ke mata saya.

“Kamu akan alami satu masalah besar di usaha Semerbak Coffee kamu, suatu saat nanti”.

“Masak sih Om?”

Beliau mengangguk. “Entah kapan. Mungkin saya sudah ga ada nanti”.

“Kok Om yakin sekali?”

“Ya, karena warna rambut kita berbeda.. haha”.

Siang itu benar-benar menjadi pengalaman berharga dan unik. Saya benar-benar bertemu dengan sosok yang berpola pikir seperti bukunya Paul Arden “Whatever You Think, Think the Opposite”.

.

Depok, 7 November 2012

Muadzin F Jihad

Founder Semerbak Coffee & Ranah Kopi

Twitter @muadzin

.

Baca juga:

Bob Sadino: Saya Biarkan Karyawan Kurang Ajar kepada Saya

28 responses to “Lunch with Bob Sadino (2)

  1. “Banyak orang berpikir, yang namanya profit itu adalah uang. Buat saya, rugi itu juga profit…” keren kata-kata Om Bob yang ini. Eh itu Mas Muadzin ganteng juga ya. #salahfokus😛
    sukses terus ya buat Semerbak Coffeenya🙂

  2. Luar biasa pola pikir om bob sadino. Saya pun membaca buku paul aldren yang think the opposite tersebut, banyak hal yang cocok dengan om bob. .
    Om bob sadino sudah mengingatkan, mungkin untuk refleksi diri dan usaha semerbak coffee nya, jd bisa di tanggulangi dr sebelumnya. Semoga sukses usaha nya semerbak coffee nya.
    Dan terima kasih atas artikel nya yang menginspirasi

  3. makasih sharingnya,mas…emg top bgt, om Bob..Beliau mlihat dr sisi yg berbeda../ “Dan misalkan seluruh toko dan apartemen ini terbakar, seluruh yang saya punya musnah, saya tidak akan bersedih, karena toh awalnya saya memang berasal dari nol ini” <— like this banget..

  4. Andai semua pengusaha mau berguru dengan beliau..pastinya loyalitas kerja karyawan sangat luarbiasa..tanpa menjadikan kesulitan di masa lalu pada saat berjuang sampai seperti sekarang ini..beliau sangat bersahabat dengan masa-masa itu dan tidak memanjakan siapapun yg datang bertanya kepada beliau…..tapi…yg beliau arahkan adalah..”.berfikir.”….and sangat berterimakasih kepada beliau apapun kisah beliau di masalalu..beliau bagikan tanpa beban apapun..dan padi berisi itu menunduk bukan menengadah…
    Semoga Tuhan Selalu Memberikan Kesehatan buat beliau..dipanjangkan umurnya…awet muda ya Om Bob.
    .Ayo Om Bob..berikan motivasi kepada seluruh orang -orang yg diberikan kepercayaan oleh Tuhan untuk menjadi pengusaha belajar dari perjalanan bisnis Om Bob..terutama kerendahatian yg sangat sulit di temukan….Terimakasih Om Bob and Mas Mudzin

  5. Dari tulisan ini, satu kata yg melekat dalam benak saya, “Ikhlas”
    Terimakasih telah berbagi, mas Muadzin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s