Kuliah Salah Jurusan? (2/2)

sambungan dari Bagian-1.

Saat cerita flashback kemarin, saya seperti sedang connecting-the-dots kata Steve Jobs. Merangkai titik-titik dalam kehidupan yang telah kita lalui. Yang kemungkinan besar rangkaian titik ini bisa merumuskan sebenarnya kemana arah kehidupan kita. Kita sebaiknya percaya dengan intuisi, takdir, atau jalan hidup, karena itu akan memberikan kita rasa percaya diri untuk mengikuti kata hati passion kita, walaupun itu kelihatannya membuat kita keluar dari path yang sudah ada.

You can’t connect the dots looking forward. You can only connect them looking backwards, so you have to trust that the dots will somehow connect in your future. You have to trust in something–your gut, destiny, life, karma, whatever–because believing that the dots will connect down the road will give you the confidence to follow your heart, even when it leads you off the well-worn path, and that will make all the difference. –Steve Jobs

Saya jadi mengkonfirmasi bahwa memang kekuatan saya adalah di bidang kreatif. Walaupun saat ini di usaha saya, produk yang kami jual adalah kopi, tapi yang lebih dibutuhkan adalah ide kreatif dalam cara menjual kopi tersebut. Di Semerbak Coffee, saya berpeluang memanfaatkan kekuatan saya tersebut. Saya mendesain dari awal hingga sekarang, logo, kemasan, promotion tools, dan lain-lain. Tidak hanya yang berbentuk grafis, tapi juga tulisan dan program-program.

Dan ini didukung pula oleh hasil tes sidik jari yang saya lakukan tahun 2009. Bahwa kekuatan terbesar saya saya adalah di bidang visual. Dan akan lebih berhasil jika berkecimpung di bidang seperti fotografi atau desain grafis.

Jadi sebenarnya saya sedang melakukan hoby saya sambil berbisnis. Hehe.. enak kan?

Jika ditarik lagi lebih ke belakang, saya sejak kecil memang suka menggambar. Yang saya masih ingat, waktu SMP saya paling senang menggambar profil tokoh di cerita bergambar Trigan di majalah remaja Hai. Selain itu, saya dari kecil juga sudah suka menulis puisi dan cerita-cerita pendek.

Jadi walaupun saya suka bidang kontrol dan instrumentasi, dan saya suka menjalani pekerjaan saya selama 14.5 tahun di bidang itu, saya sadar bahwa itu di luar jalur dots kekuatan saya.

Moralnya adalah buat Anda yang masih kuliah, atau Anda punya anak yang sedang kuliah, coba di kampus jangan cuma sekedar kuliah. Sayang sekali. Gunakan kesempatan tersebut untuk aktif di organisasi, bangun network, kerja part-time, atau mulai jalani usaha. Karena kehidupan nyata setelah keluar kampus tidak hanya butuh ilmu textbook, tapi justru butuh ilmu yang tidak kita dapat dari bangku kuliah.

Dan satu lagi, buat anda yang belum menemukan passion atau hal yang ingin Anda kerjakan sesuai dengan kata hati Anda, cobalah tengok ke belakang. Try to connect the dots. Jika berhasil menghubungkan titik-titik Anda, mungkin di situ lah panggilan hati Anda.

Kadang saya dan isteri suka bercanda, bahwa kita adalah dua orang yang kuliahnya salah jurusan. Kenapa salah jurusan? Karena sekarang saya punya usaha di bidang kopi dan isteri saya sekarang berprofesi sebagai penulis skenario film (pernah saya ceritakan di sini). Jadi kuliah di elektro sepertinya cuma takdir untuk tempat kita dipertemukan.. hehe

Tapi sebenarnya masih ada kok hubungannya antara elektro dengan bisnis Semerbak Coffee yang saya jalankan. Faktanya di booth kami ada neonbox dan blender, jadi masih ada hubungannya lah dengan elektro.. hehe.

.

Depok 27 November 2011

Muadzin F Jihad

Founder Semerbak Coffee

Updated Juli 2013:

Founder & Owner Ranah Kopi

Twitter @muadzin

14 responses to “Kuliah Salah Jurusan? (2/2)

  1. menginspirasi sekali pak muadzin, terima kasih sharingnya pak,

    oiya, saya juga salah satu penggemar kopi semerbak coffee lho pak,

    biasa beli di outlet careffour pasar lama depok🙂

  2. emang enak kok, bisnis sesuai passion dimana kita ngejalanin passion kita tersebut otomatis dengan penuh semangat, riang gembira dan suka cita sudah begitu nilai tambah utamanya adalah dibayarin sama orang lain hehehe

  3. Hahaha , makasih pak. Sambil cerita tapi tersirat banyak pesan didalamnya. Ini membuat sy jadi flashback juga sehingga bisa merangkai titik-titik yg pernah sy lalui , yg bisa jadi petunjuk ke arah mana sy seharusnya .

    Sukses utk SemerbakCoffe dan bisnis-bisnis lainnya

  4. keren om!

    inspiring banget, terutama buat sesama manusia dua koma alhamdulillah…hehehe, gue juga 3x ngambil kalkulus 2, sampe lupa siapa dosen yg pertama, yg kedua bu Nuniek (dari D malah dapet E!) dan baru lulus saat sama pak Borkat.

    Dosen itu killer ya? gak ah, dia baik kok, gue juga dapet nilai bagus sama dia, tadi bahkan ngobrol akrab banget sama dia…hehehe

    kembali ke blog, suwer tulisan om bikin gue tambah semangat utk menyalahkan eh membelokkan takdir gue, usaha lain selain ngurusin jaringan selular, usaha yg connecting my dots🙂

    thanks ya om, you are rocks!

    salam,
    Eddy – 0484030191

    • Makasih mas🙂
      Wah saya malah udah ga hapal sama sekali nama dosennya😀
      Waktu itu dosen Kendali pak Muhammadi. Yah lumayan killer lah🙂

      Siip mas. Semoga segera terwujud.
      Sukses!

      Muadzin – 0491030746

  5. dlu dekan teknik saya pernah bilang jadilah profesional, ulet , hemat,. tapi klo punya usaha outletnya ratusan beuh saya juga kaget gak bisa berbuat apa2.. #sambil memperagakan gaya badan terlempar ke belakang..

  6. Pingback: Menerapkan Reduce–Reuse–Recycle -2 | Mata, Rasa & Kata Muadzin·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s