Siapa yang masuk surga duluan?

Konon di depan surga berdirilah dosen, dokter, dan ulama. Dulunya selama di dunia si dosen telah mendidik banyak mahasiswa, si dokter telah menyembuhkan banyak orang sakit, dan si ulama telah membimbing banyak orang yang berdosa. Walhasil, masing-masing menganggap dirinya paling berjasa, sehingga merasa berhak untuk masuk surga paling dulu. Mereka pun berebut.
Tiba-tiba datanglah pengusaha. Anda tahu apa kata mereka? Si dosen langsung menyambut, “Nah ini dia pengusaha kita! Beliaulah yang membangun kampus kami.” Si dokter pun berseru, “Beliau juga banyak membantu klinik kami”. SI ulama turut melengkapi, “Beliau juga donatur tetap tempat ibadah kami”.
Akhirnya mengingat jasa-jasa si pengusaha, maka baik dosen, dokter, maupun ulama rela untuk mengalah. Mereka bertiga sepakat untuk mempersilakan pengusaha untuk masuk surga paling dulu.
(Dikutip dari “10 Jurus Terlarang”, Ippho Santoso, hal 84.)

***

Cuma anekdot sih, tapi lumayan nyentil.

***

Saya coba bikin tulisan ini karena pengalaman kemarin interview beberapa calon karyawan buat usaha pertama saya. Lulusan SMA. Butuh 4 orang, yang masukin lamaran lebih dari 20. Hasil dari tarok tempelan ‘butuh karyawan’ di depan ruko sama di status FB.
Mereka ingin sekali bisa bekerja. Kasarnya, kerja apa aja deh, asal halal. Ga ada yang nego-nego. Semua manggut dengan penawaran saya.
Rata-rata mereka sudah lebih dari setahun nganggur. Yah lulusan SMA berapa banyak sih peluangnya. Pada saat diterima, mereka bersyukur sekali bisa kerja.

Pada saat mau buka usaha ini, resto bakso Malang, salah satu pertimbangan saya adalah usaha ini bisa mempekerjakan empat orang karyawan. Lumayan, secara pribadi bisa membuka lapangan kerja, walau dalam jumlah kecil sekali.
Tapi ini baru langkah awal. Target saya dalam setahun ini akan buka sepuluh usaha/cabang. Alhamdulillah bulan lalu, bersama dengan istri sudah berhasil buka salon dan spa khusus wanita. InsyaAlloh bulan depan laundry dan salon cabang kedua.
Kalo rata-rata satu usaha mempekerjakan 4-5 karyawan, lumayan dalam setahun bisa membuka lapangan kerja minimal untuk 40 orang.🙂
Artinya bisa memberdayakan sebagian kecil masyarakat yang tadinya tidak berdaya.

***

Kemarin sempat baca buku baru tentang Ustadz Lihan, pengusaha bersahaja asal Kalimantan, yang terkenal karena membeli intan seharga 3 miliar.
Ada cerita menarik ketika beliau ditawari kerjasama oleh Merpati Airlines, yang saat itu sempat mengistirahatkan ratusan karyawannya.
“Ketika diberikan proposal”, beliau cerita “Saya cuma tanya, kalau saya setuju, berapa karyawan yang bisa bekerja kembali? Mereka jawab 2500 orang. Maka saya pun tak pikir panjang lagi. Kasihan mereka. Kita akomodir saja supaya bisa bekerja kembali”.
28 miliar Rupiah beliau investasikan disitu.

***

Kembali ke judul tulisan ini, jadi siapa yang masuk surga duluan?

Saya sih ga peduli mau duluan, mau belakangan, mau ga masuk juga ga apa-apa. Yang penting, jadi pengusaha itu bisa memberdayakan banyak orang. Orang yang tadinya meminta, tangan di bawah, jadi ga minta lagi. Syukur-syukur kalau jadi tangan di atas. Orang yang tadinya penerima zakat, jadi pemberi zakat. Orang yang tadinya penerima sedekah, jadi pemberi sedekah. Jadi makin banyak orang yang berpeluang masuk surga – dari sisi berzakat dan sedekahnya aja ya🙂
Amien.

Jakarta, 14 April 2009
Muadzin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s