Pasar Bebas ASEAN 2015: UMKM Kita Siap? (1)

Baca liputan utama tabloid ekonomi Kontan edisi mingguan kemarin, lumayan bikin ketar-ketir juga. Saya kutip sedikit di sini:

“Ketika UMKM Indonesia masih terseok tanpa dukungan berarti, puluhan ribu pengusaha kecil ASEAN sudah tidak sabar menyerbu pasar kita. Pemerintah kedodoran menyiapkan UMKM untuk menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.”

Membesarkan UMKM menjadi fokus negara-negara ASEAN saat ini, karena UMKM adalah tulang punggung dalam pertumbuhan ekonomi. Sekitar 96% perusahan di negara-negara ASEAN adalah UMKM. Tingkat penyerapan tenaga kerja antara 50% sampai 85%. Sumbangan ke PDB antara 30%-53%. Namun seperti diketahui, di tiap negara, UMKM memiliki kendala yang hampir sama: kualitas sumber daya manusia, biaya operasional tinggi dan permodalan.

Dibahas di tabloid tersebut, Thailand saat ini benar-benar mempersiapkan UMKM-nya menghadapi MEA 2015. Mereka mendirikan semacam inkubator bisnis (inbis) di 2005, sekarang jumlahnya sekitar 300-an unit. Bandingkan dengan kita yang sudah menyusun dari 1994, kini hanya punya 40-an unit inbis. Malaysia punya 103 unit. Padahal jumlah penduduk mereka hanya 11% dari penduduk Indonesia.

Di Malaysia, tiap inovator bisnis yang masuk inkubasi mendapat pinjaman RM 50.000. Empat tahun kemudian jumlah tersebut bisa mencapai RM 250.000. Dengan bunga hanya 3% per tahun.

Di Singapura, Pemerintah mendanai tiap UMKM yang masuk inkubator milik perguruan tinggi senilai S$ 50.000.

Yang paling menarik di Thailand, tiap UMKM baru bentukan mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi, mendapat pinjaman US$ 32.000 dari unit-unit inbis, dengan bunga 2% per tahun.

Sepanjang 2013-2015 Thailand bakal membiayai 5 juta UMKM melalui inbis. Menurut mereka, jika hanya 10% saja yang berhasil menjadi UMKM berkualitas, mereka akan punya 500.000 UMKM yang siap bersaing di ASEAN.

Bersambung ke Bagian-2.

One response to “Pasar Bebas ASEAN 2015: UMKM Kita Siap? (1)

  1. Reblogged this on Bienvenido Amigos! and commented:
    good thought…apabila pemerintah belum bisa mengatur, diandalkan untuk membantu UMKM di negeri ini, pantang mundur, jangan cengeng! mental inilah yang diperlukan oleh bangsa ini! andai saja semua pelaku UMKM mempunyai pola pikir seperti ini…hm….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s