Menuju Indonesia GDP $5000. Are You Ready?

Untuk kedua kalinya Saya hadir di event tahunan Markplus Conference (MPC). Kenapa saya datang lagi? Karena saat MPC 2011 tahun lalu, kami dapat insight luarbiasa, yang merubah bisnis Semerbak Coffee.

MPC tahun lalu diluncurkan New Wave Marketing: Youth-Women-Netizen, tiga kelompok yang paling signifikan mendongkrak brand dan omzet kita.

Saat itu feeling saya pilih kelas Youth. Bagi tugas dengan Iwan Agustian, partner saya di Semerbak Coffe, yang masuk kelas Netizen. Pembicaranya dari Honda ‘One Heart’, 98.7 Gen FM dan Bloop, distro Tebet. Sepulang dari MPC 2011 itu kami putuskan bahwa Semerbak Coffee target market nya adalah kelompok youth ini.

Buat kami, ini suatu perubahan yang dahsyat. Benar kata pak Heppy dalam workshop Business Mastery nya, kalau kita tahu pasti target market kita, maka kita bisa menghemat dan mengefisienkan semua resources kita.

Sebelum hadir di MPC tersebut, target market Semerbak Coffee adalah semua orang, dari anak-anak sampai dewasa. Kita seperti menembak peluru ke segala arah. Sporadis. Tapi setelah memutuskan target market kita, maka peluru kita tembakkan ke satu titik. Fokus.

Untuk aplikasinya kita gunakan social media. Kita pelajari akun-akun Facebook dan Twitter brand lain yang menyasar anak muda.  Kita implementasikan di akun kami. Kita berpartisipasi di acara-acara sekolah, kampus, atau kegiatan anak muda lainnya. Kami juga adakan lomba foto di Facebook dan kuis-kuis di Twitter. Semua materi promosi, kami gunakan desain dan bahasa anak muda.

Untuk akun Twitter, kami sampai perlu membuat satu akun Twitter lagi, @SobatSemerbak selain @SemerbakCoffee. Akun khusus untuk para youth, kelompok anak muda pencinta Semerbak Coffee.

Hasilnya luarbiasa. Omzet penjualan dan brand awareness kami melesat. Sebagai catatan, sejak tahun ke dua, target tahunan Semerbak Coffee tidak lagi penambahan jumlah outlet, tapi lebih kepada jumlah omzet per outlet. Tapi tanpa disadari, ternyata penambahan jumlah outlet kami juga terus meningkat, tanpa kami apa-apakan.. eh maksudnya tanpa kami fokuskan hehe.

Karena dampak yang besar dari MPC tahun lalu, maka tahun ini kami sengaja hadir kembali. Untuk mendapat ‘wangsit’ yang bisa kami terapkan untuk mengembangkan bisnis kami tahun depan.

Waktu aktif di MLM dulu, saya selalu diingatkan oleh mentor bisnis saya, setiap ikut seminar, workshop atau apa pun, fokus petik SATU hal, ya satu hal saja, yang bisa diterapkan dan dipraktekkan dalam kehidupan kita atau bisnis kita. Jadi kita tidak harus menguasai seluruh materi seminar yang diberikan. Cukup ambil satu hal. Syukur-syukur jika dapatnya lebih dari satu.

Begitu pula saat Markplus Conference 2012 kemarin. Di sesi pembukaan sudah pasti saya dapat sesuatu. Semangat positif dengan negeri ini. Dengan fakta-fakta yang dikemukakan pak Dahlan Iskan dan pak Hermawan Kertajaya, saya pribadi makin positif dengan perkembangan negeri ini. Beda sekali dengan berita-berita politik di media massa, yang membuat kita jadi apatis dan apriori.

Betul sekali pak Dahlan bilang, “tidak usah pedulikan masyarakat politik yang selalu bersaing, ricuh, dan gontok-gontokan, yang penting kita sebagai masyarakat ekonomi terus membangun negeri ini dengan bekerja, bekerja dan bekerja.”

Langsung saya lompat ke sesi penutupan ya.. Kembali dengan pak Hermawan dan kali ini bersama beberapa ketua asosiasi pengusaha diantaranya Gaikindo, REI, Aprindo, IDX, GABEL, dan lain-lain.

Pak Hermawan dan panelis lain menjelaskan pertumbuhan di tahun 2011. Ajaib memang negeri kita ini, di saat Amerika dan Eropa krisis hebat, semua asosiasi yang mewakili berbagai sektor bisnis tersebut menyatakan bahwa bisnis mereka tumbuh signifikan. Yang paling melesat adalah industri elektronik yang tumbuh 25%, padahal prediksi pertumbuhan tahun ini hanya 16%!

Selanjutnya pak Hermawan mengutip kembali bahwa tahun 2014 diramalkan GDP/kapita Indonesia mencapai $5000. Tahun 2011 ini $3500.  Persis seperti yang diramalkan di MPC tahun lalu saat GDP kita mencapai $3000 (lihat gambar).

Materi MPC 2011 lalu yang kemarin ditampilkan kembali.

Sebagai pengusaha kita harus hati-hati dan antisipasi lanjut beliau, karena customer behavior akan berubah, dan peta bisnis pun berubah. Beliau contohkan, laporan Gaikindo tahun ini, mobil yang banyak terjual adalah di kelas harga dibawah 200 juta Rupiah. Nah nanti dengan GDP $5000 yang laku mungkin mobil dengan harga 250-350 juta. “Anda pengusaha punya waktu 3 tahun! Jangan sampai Anda terlena dengan kondisi sekarang dan bisnis Anda terlibas”.

Nah ini dia ‘wangsit’ SATU hal yang saya cari! Tiingg..!

Seperti apa bisnis Semerbak Coffee di 2014? Kami punya waktu 3 tahun untuk benar-benar merencanakan dan menerapkan strategi agar bisnis kami riding high over the GDP $5000 wave. Semoga Tuhan menunjukkan jalan yang benar.

Luck is what happens when preparation meets opportunity – Seneca.

.

Depok, 17 Desember 2011

Muadzin F Jihad

Owner Semerbak Coffee

Twitter @muadzin

14 responses to “Menuju Indonesia GDP $5000. Are You Ready?

  1. saat ini adalah saat2 yang paling memusingkan bagi mereka yang mau berubah karena pembenahan internal menjadi wajib hukumnya

    Pasar sudah ketahuan besar, market ada tetapi jika sistem internal berantakan maka semuanya bisa menjadi hancur kecuali kalau memang tidak mau berubah…

    mantep juragan ulasannya…

    • Iya betul pak. Kata pak Hermawan, masalahnya sdh bukan demand, tapi supply nya. Sanggupkah para pengusaha lokal men-supply. Kalo ga, impor yg akan meningkat. Sayang banget!
      Makasih pa Rawi sdh mampir🙂

  2. Artikel yang menyadarkan saya. Betul pak, sekarang demand sangat naik, supply yang justeru perlu dibenahi. Saya di bisnis ternak bebek juga mengalami kenaikan demand, musti berbenah😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s