Pressure is a Privilege

Pressure is a privilege – it only comes to those that earn it. – Billie Jean King

Dalam buku best-seller Diary of The CEO, karya Steven Bartlett, salah satu babnya mengutip quote Billie Jean King tersebut, seorang mantan juara dunia tenis wanita, pemenang Grand Slam 39 kali. 

Ia menyatakan bahwa pressure yang kita dapatkan adalah suatu keistimewaan. Hanya orang-orang tertentu yang berhak mendapatkannya. 

Tugas kita bukan untuk menyingkirkan tekanan tersebut, tapi mengubah persepsi dan hubungan kita dengan tekanan tersebut. Justru kita harus menggunakan pressure tersebut sebagai alat untuk kita bertumbuh (grow).

Beberapa waktu ke belakang, usaha kami, Forest Beverage Solutions, memperoleh tantangan dari satu calon klien. Suatu project untuk menggantikan supplier minumannya selama ini. Tidak hanya menyuplai bahan baku minuman, tapi kami juga harus men-support dengan mesin jus dispenser untuk penyajiannya.

Supplier tersebut sudah bekerjasama dengan mereka selama 7 tahun. Dan supplier tersebut adalah perusahaan global multinasional berusia lebih dari 150 tahun dan berada di 76 negara. Yang menjadi tantangan adalah, kami harus compete dengan produk dan kualitas perusahaan tersebut. Dari segi rasa, kualitas produk, standar produksi dan keamanan pangan, kapasitas dan keberlangsungan suplai, dan tentunya dengan penawaran yang lebih kompetitif.

Proses riset dan development butuh beberapa bulan hingga dapat approval dari CEO mereka. Setelah itu dilanjut proses trial di beberapa resto mereka di area Jawa. Lalu trial dijual secara berbarengan dengan produk supplier existing, sebulan penuh di beberapa resto di kota tempat kantor pusat mereka berada.

Dalam kurun waktu 12 bulan, kami benar-benar dipaksa naik kelas dalam arti sebenarnya. Naik kelas dari segala sisi. Dari sisi kualitas, baik kualitas produk maupun layanan. Dari sisi produksi, compliance, kapasitas, dan control. Dari sisi SDM kami harus meningkatkan kuantitas, sekaligus kualitas SDM. Dari sisi financial, karena kami harus melakukan perluasan fasilitas produksi dan warehouse, juga penambahan personil. Believe me, it is a 12 month full of really high pressure.

Ibaratnya dalam sepakbola, kami yang hanya tim kesebelasan kelas tarkam dari pojokan Duren Sawit, Jakarta Timur, harus melawan timnas Spanyol juara Piala Dunia.

Singkat cerita, Alhamdulillah berkat kuasa Allah swt (La haula wala quwwata illa billah), bulan Juli lalu kami berhasil melakukan roll-out nasional replacement suplai bahan baku beserta mesin dispenser, serempak ke hampir 200 resto klien kami tersebut. 

Ini merupakan kado ulang tahun Forest yang terindah. Kebetulan di bulan ketujuh itu juga Forest menginjak usia yang ke-7. Dan di event syukuran, kami mengusung slogan: Forest 2024 Melesat Menembus Batas.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tim Forest yang sudah menunjukkan kerja dan dedikasi yang luar biasa, sehingga project besar ini berhasil.

Dan ini merupakan milestone baru buat kami. Tidak hanya mampu bermain di kelas Tarkam, kini kami mampu bermain di Liga Utama. Semoga Allah selalu melindungi, membimbing, dan memberkahi usaha kami. Amin ya robbal alamin.

2 responses to “Pressure is a Privilege

Leave a comment