Saya Mualaf Pancasila

“Sebenarnya Pancasila sudah ada dari dulu. Dalam diri kita. Tinggal kita menggalinya. Mengeluarkan dan mengimplementasikannya dalam kehidupan.” Demikian salah satu hal yang disampaikan Ketua MPR RI, Bapak Zulkifli Hasan, dalam acara ngobrol bareng netizen dan blogger dengan MPR RI tempo hari.

Acara yang diprakarsai oleh MPR ini bertujuan untuk mengajak para netizen yang terdiri dari blogger, pelaku sosial media, juga vlogger untuk sama-sama ikut menyebarluaskan ide ini ke masyarakat terutama generasi muda.

Diundang oleh MPR RI ke acara seperti ini, membuat saya flashback. Seperti kita ketahui, Gen X, generasi kalian, eh… saya juga ding, pernah hidup dalam alam orde baru. Di mana di masa itu, Pancasila menjadi satu hal yang dengan sangat intens dicekoki kepada masyarakat. Apalagi dengan program P4, Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. Pada era itu, kita akhirnya merasa seperti gelas yang dituangi air terus menerus, hingga luber. Sampai eneg. Over dosis Pancasila.

Ditambah lagi, sejak SMP sampai kuliah, saya intens mengikuti berbagai pengajian. Dimana dari beberapa pengajian itu, salah satu doktrinnya adalah bahwa Pancasila itu ideologi buatan manusia, haram dijadikan dasar bernegara dan berkehidupan. Makin antilah saya dengan Pancasila.

Kemudian datang era reformasi, dimana terjadi keadaan sebaliknya. Kita seperti bebas dari kungkungan yangselama ini diciptakan oleh Order Baru. Kita seperti kuda liar yang lepas. Bebas sebebas-bebasnya. Dan Pancasila seperti dilupakan, kalau tidak mau dibilang sama sekali ditinggalkan.

Terjadi perubahan saat masuk masa reformasi, yang bertepatan dengan saya masuk ke dunia kerja. Saya bekerja di perusahaan asing oil & gas. Di samping itu, saya juga menjalankan bisnis MLM dari Amerika. Makin kental pandangan saya saat itu, bahwa kemajuan dan peradaban itu dimiliki oleh Barat. Jadi perubahan yang terjadi pada saya pribadi, yang tadinya ke-arab-arab-an karena pengajian-pengajian yang saya ikuti itu, berubah menjadi ke-barat-barat-an.

Beruntung sekali, dalam beberapa tahun terakhir perjalanan spiritual saya, saya bertemu dengan beberapa guru dan sahabat yang mengenalkan kepada prinsip spiritualitas hakiki. Singkat cerita, sampai akhirnya pun dikenalkan kepada sejarah kejayaan nusantara yang sebenarnya. Bahwa nusantara adalah pemimpin peradaban sejak dulu. Dan akan kembali menjadi pemimpin dunia menjelang akhir zaman. Dan kejayaan nusantara dulu itu, termasuk Pancasila di dalamnya.

Kemudian, pas sekali dengan Keputusan Presiden yang mulai menetapkan pada tahun ini 1 Juni, Hari Lahir Pancasila, sebagai hari libur. Kita diingatkan lagi dengan Pancasila, dengan Bhinneka Tinggal Ika. Apalagi setelah kejadian-kejadian politik akhir-akhir ini, yang membuat masyarakat terpolarisasi, sehingga mudah diadu domba.

Saya jadi lebih disadarkan, bahwa kita itu bukan Arab, bukan pula Barat, tapi kita itu Indonesia. Indonesia punya banyak hal yang tidak dimiliki oleh bangsa lain di dunia ini. Tidak hanya kekayaan lahir, seperti kekayaan alam, hasil bumi dan tambang, kekayaan manusianya, tapi juga kekayaan bathin, dan spiritual, di mana salah satunya adalah bahwa negeri kita masih tetap bertahan ini karena para leluhur bangsa dan para wali-wali Allah senantiasa melindungi nusantara. Dan salah satu kekayan spiritual bangsa ini, adalah Pancasila itu.


Nah PR-nya sekarang adalah bagaimana menyampaikan Pancasila di era kekinian, apalagi kepada generasi milenial. Sudah pasti mereka tidak akan kena dengan gaya pencekokan P4 jaman dulu.

Kalau ada yang nyinyir, bahwa saya adalah mualaf Pancasila, saya malah mengakui, iya memang saya mualaf Pancasila. Karena waktu Orde Baru saya menolak Pancasila, waktu era reformasi saya melupakan Pancasila. Baru sekarang saya sadar, bahwa ternyata kita punya senjata yang dahsyat, yang bisa mempersatukan nusantara yang terdiri dari ribuan pulau, selama ratusan tahun. Yaitu Pancasila.

Kata orang, better late then never. Lebih baik mualaf Pancasila, dari pada murtad Pancasila (hehehe… peace!).

.

Depok, 11 Juni 2017

Muadzin Jihad

Founder Ranah Kopi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s