Ketika Karyawan Terbaik Resign untuk Berwirausaha

“Pak, Saya mau berhenti. Mau belajar buka usaha seperti Bapak,” kalimat tersebut meluncur dari mulut salah satu karyawan kedai kami Ranah Kopi tadi malam.

Sebagai orang yang sering menyemangati dan mengajak teman-teman untuk berwirausaha, juga sebagai anggota komunitas Tangan Di Atas (TDA) yang misinya adalah melahirkan banyak pengusaha; tentu saya merasa senang, bahwa akan bertambah satu lagi jumlah wirausaha.

Masalahnya adalah, karyawan ini adalah karyawan terbaik, andalan kami di Ranah Kopi. Saya sudah bisa tinggalkan Ranah Kopi dan mengandalkan seluruh operasional kafe kepadanya.

Dari pramusaji, barista, juru masak, cek stok, pembelian bahan baku, keuangan, sampai bangun hubungan dengan pelanggan sudah dikuasainya dengan baik. Hubungannya dengan para pelanggan setia Ranah Kopi sudah seperti teman saja. Hmm, mungkin ini juga salah satu faktor dia memutuskan untuk berwirausaha. Dia lumayan dekat bergaul dengan teman-teman Tangan Di Atas Depok yang sering ngumpul dan meeting di Ranah Kopi. Pasti sedikit banyak dia terkontaminasi racun wirausaha dari teman-teman TDA Depok ini… hehe.

Ranah Kopi Depok

Ranah Kopi Depok

Selain itu, rasa memilikinya tinggi. Di hari giliran libur pun dia tetap berbelanja dan mengantarkan bahan baku ke kafe kami. Dia mencari toko atau warung termurah untuk bahan-bahan baku. Sering sekali dia bisa menyelesaikan masalah kafe, tanpa minta pendapat saya terlebih dulu, dan hasilnya memuaskan.

Jadi dengan kepergiannya, saya harus terjun langsung kembali dalam operasional kafe dan melatih beberapa karyawan yang sekarang untuk menggantikan posisinya.

Dengan kejadian ini, saya baru menyadari bahwa, operasional kafe kami tidak didasarkan pada sebuah sistem yang solid, tapi disandarkan pada seseorang. Kesalahan selama ini adalah mengandalkan kekuatan pada seorang Superman, bukan membangun sebuah super team. Jadi pada saat orang tersebut hengkang, kami kelimpungan untuk mencari penggantinya.

.

Depok 29 Mei 2014

.

Founder Ranah Kopi

Twitter @muadzin

8 responses to “Ketika Karyawan Terbaik Resign untuk Berwirausaha

  1. tapi menurut saya, bapak sudah berjasa untuk mas2 itu..
    itu menjadi amal jariyah..yang pahalanya terus mengalir,
    tetap semangat pak..semoga saya bisa mengikuti jejak bapak

  2. Pada dasarnya setiap orang berhak untuk meraih keinginannya untuk maju lebih baik even rada mangkel juga kalau kita flash back dimana kita sudah ada planing jadi berantakan and harus ganti strategi lagi hehehe tapi bener kata mas adi, seandainya karyawan kita berhasil itu berarti kita juga ada andil disana yang sudah share ilmu kita dan semoga menjadi amal jariah yang mengalir terus…. Ayo jangan kapok berbuat kebaikan dengan apa yg kita miliki… sebaik baik nya manusia itu adalah manusia yang banyak ngasih manfaat untuk manusia lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s